Sunday, October 9, 2011

GARDU GURU
Blog ini
Di-link Dari Sini
Gardu Jaringan
Blog ini




Di-link Dari Sini




Gardu Jaringan




Memuat...

Rabu, 21 September 2011
Media Pembejaran Inovatif, Apa Maksudnya?
Jika saat ini pembelajaran di Indonesia mulai diwarnai oleh metode pembelajaran inovatif, tentu, sebagai pengiringnya, media inovatif menjadi pewarna lainnya. Media pembelajaran saat ini mulai keluar dari batas konsep lama. Kalau konsep lama, media mengajar hanya sebatas yang dapat digunakan di kelas. Sedangkan media inovatif yang digunakan pada saat ini lebih berani keluar dari koridor kelas. Media inovatif terbuka untuk segala alat baik di kelas maupun di luar kelas.

Lihat saja, Tugimin, guru SMP, dengan tiba-tiba memainkan sulap di depan kelas lalu memberikan kartu peribahasa ke semua kelas. Siswa menjadi tertantang untuk mengikuti alur Tugimin itu. Hasilnya, Peribahasa tidak hanya di bibir saja atau dihapal saja melainkan dijiwai oleh siswa. Dengan peribahasa itu, siswa menikmati makna dan mengaitkan dengan dirinya sendiri. Begitu pula dengan guru lain yang berani keluar dari zona nyaman.

Media inovatif merupakan alat yang mengandung pesan dan informasi yang diperlukan untuk keberhasilan pembelajaran. Media inovatif bebas bentuk, bebas warna, bebas kemasan, dan bebas alat. Yang terpenting adalah media inovatif dapat memudahkan, menyederhanakan, mengongkretkan, dan menguatkan pembelajaran. Bagi para pengguna metode inovatif, bentuk bukan masalah, karena yang terpenting adalah tujuan dapat tercapai dan siswa meningkat kecerdasannya dengan sekian kali lipat dari pembelajaran biasa.
Diposkan oleh Dr. suyatno, M.Pd. di 15:53:00 0 komentar Link ke posting ini
Andai Guru Pandai Meramu Bahan Pembelajaran dengan Bercerita
Andai guru apa saja pandai meramu bahan pembelajaran dengan cerita yang menarik tentu siswa akan lebih mempunyai daya serap yang tinggi. Bukankah pada hakikatnya anak lebih suka dengan cerita daripada penyampaian materi tanpa bungkus. Apalagi, jika guru meramu cerita dengan bumbu alur, suara, dan media yang tepat, cerita akan nikmat disadap oleh siswa. Permasalahannya, banyak guru yang tidak suka dengan cerita.

Ada langkah praktis yang perlu diikuti guru yang akan menggunakan cerita sebagai teknik mengajarnya. Mula-mula, guru harus menentukan topik yang akan dibahas berdasarkan kompetensi dasarnya. Topik itu diurai menjadi beberapa subtopik atau segmen. Kemudian, tambahkan tokoh untuk mengemas topik. Tokoh boleh manusia atau binatang bahkan tumbuhan yang dapat berbicara. Lalu, masukkan setting sesuai dengan karakter topik. Apakah setting berupa rumah, sawah, hutan, angkasa, atau apa saja tidak menjadi soal. Setelah setting, masukkan juga alur sesuai dengan tahapan topik. Alur biasanya disusun dari umum ke khusus, khusus ke umum, dekat ke jauh, dan sebagainya. Kemudian, berpeganglah dengan tema inti yang pada hakikatnya sama dengan inti.

Penataan di atas belum cukup. Guru perlu menambahkan media yang dapat menguatkan cerita. Media boleh gambar, benda, gerakan jari, atau apa saja. Lalu, mainkan tinggi dan rendah suara guru berdasarkan isi cerita. Pilih waktu yang tepat. Perhatikan reaksi siswa. Lalu, bergeraklah berdasarkan tujuan yang akan dicapai. Paling akhir, masuklah ke dunia siswa dengan akrab dan bersahabat.
Diposkan oleh Dr. suyatno, M.Pd. di 14:58:00 0 komentar Link ke posting ini
Rabu, 24 Agustus 2011
Mengajar dengan Bahagia
Tidak ada jalan yang harus ditempuh bagi guru kecuali mengajar dengan bahagia tanpa sedikit pun kesedihan. Apapun kondisi kelas, bagaimanapun kondisi siswa, dan seberat apapun tugas yang diempan, guru harus berada pada posisi bahagia agar kebahagiaan itu juga tertular kepada siswanya. Apalagi mengajar sebagai jalan yang harus ditempuh sebagai wahana pengabdian. Satu kata kuncinya agar berhasil mencapai tujuan mengajar, yakni mengajar dengan bahagia.

Memang, mengajar di kelas tidak selamanya menyenangkan. Ada saatnya guru akan merasakan mengajar sebagai beban. Saat rasa mengajar tiba-tiba memberatkan jiwa dan hati, mengajar kadang seperti sebuah keterpaksaan. Abaikan saja jika hal itu datang pada diri guru. Kemudian, yang diperlukan guru adalah sebuah upaya agar dapat bergembira dan ceria di tempat mengajar sehingga kebahagiaan menjelma.

Kewajiban guru adalah menjadikan kelas sebagai lokasi yang membahagiakan. Guru harus konsisten memilih bahagia daripada kesedihan dan kesusahan dalam melaksanakan tugas mengajar.

1. Bergembira dan Sukaria saat Masuk Kelas
Kunci pertama agar guru bahagia dalam mengajar adalah senantiasa bergembira saat pertama masuk pintu kelas meskipun suasana hati sebenarnya dirundung kesedihan. Tetapkanlah pilihan untuk bergembira di tempat mengajar. Galilah sisi positif dari situasi kelas dan kondisi siswa sebagai bagian pekerjaan. Jika guru bersedia mengalahkan egonya, dia pasti dapat menemukan kesukariaan dan kegembiraan.

2. Lakukan Sapa dengan Senyum
Lakukan sapa dan senyum kepada siswa yang menunggu di kelas lebih awal dibandingkan saat guru masuk kelas. Anggap mereka adalah sahabat sejati yang menunggu sapa dan senyum guru sebagai tenaga motivasi belajarnya setiap hari. Pastikan bahwa guru tidak akan mungkin cemberut di sepanjang waktu. Anda pasti pernah tersenyum atau bahkan tertawa. Temukan itu kembali dan lakukan tanpa mengganggu produktifitas mengajar. Yang dicari guru bukan pelarian melainkan makna mengajar.

3. Aktif Meminta Masukan
Mintalah masukan kepada kepala sekolah atau rekan guru lain. Pujian darinya tentang hasil mengajar adalah motivasi diri. Mintalah komentar mereka sebagai pengakuan. Apa yang mereka katakan, bisa menjadi afirmasi. Jika Anda cermati, apa yang diungkapkan di sini sangat jelas menggambarkan bagaimana Anda patutnya mengajar.

4. Hindari Negatif
Agar kebahagiaan guru melekat senantiasa setiap hari, pilihlah penghindaran dari pembicaraan negatif, gosip negatif, orang negatif, manusia negatif, dan bahkan alat kantor negatif. Kalau tidak, guru dapat stres dan frustrasi. Negatif dan positif merupakan pilihan bukan kepastian. Untuk itu, guru perlu memilih hal-hal yang positif.
Diposkan oleh Dr. suyatno, M.Pd. di 22:48:00 0 komentar Link ke posting ini
Minggu, 21 Agustus 2011
Guru Berteknologi Awal Keberhasilan Siswa
Banyak guru yang hanya menyalahkan siswa ketika terjadi ketidakberhasilan. Padahal, sebenarnya bukan siswa yang salah melainkan guru yang tidak menggunakan teknologi dengan tepat sesuai dengan tujuannya. Teknologi pada hakikatnya sebuah sarana untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
Diposkan oleh Dr. suyatno, M.Pd. di 11:04:00 0 komentar Link ke posting ini
Sabtu, 20 Agustus 2011
Kedamaian Kongbeng di Miau Baru: SMAN 1 Kongbeng Memikul Beban
Sebagai sekolah yang menaungi warga Kongbeng, terutama di Desa Miau Baru, SMAN 1 Kongbeng tentunya memikul beban budaya masyarakat Kongbeng. Ketika masyarakat luas mendengarkan kata SMAN 1 Kongbeng, tentunya, mereka akan segera memaknai budaya Kongbeng seperti apa? Untuk itu, kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan yang lainnya, perlu bahu-membahu membangun SMAN 1 Kongbeng berdasarkan budaya Kongbeng.

Warga SMAN 1 Kongbeng perlu secara mendalam mencermati dan menyelami budaya Kongbeng yang pada akhirnya menjadi bahan untuk melayani anak-anak Kongbeng. Apalagi, Kongbeng merupakan kecamatan yang berada di tengah warga dayak dengan sejuta pesona. Langkah yang perlu ditempuh adalah menjadikan SMAN 1 Kongbeng sebagai warna mikro budaya Kongbeng.

Entah ada hubungan atau tidak, garduguru menemukan kata kongbeng sebagai (1) nama jenderal Kerajaan Shu pada garis dinasti Han dalam kebudayaan Cina. Jenderal Kongbeng adalah sosok pahlawan dengan enam strategi perang yang disebut Liu Lu. Keenam strategi itu adalah lentera terbang sebagai tanda bagi orang lain (lampion dengan asap sehingga dapat terbang), anak panah dengan sekali tarik melesat 10 anak panah bersamaan, kereta dorong yang sangat cepat dan ringan sebagai alat angkut logistik perang, roti padat untuk makanan prajurit yang awet, berbohong kepada lawan sebagai taktik perang, dan berpura-pura welas asih ketika menghadapi musuh satu lawan satu. (2) Kongbeng digunakan sebagai wilayah industri di Singapura, dan (3) Kongbeng sebagai nama gua di wilayah Muara Wahau.

Yang jelas, Kongbeng mempunyai budaya yang perlu digali sebagai dasar dalam menguatkan budaya Kongbeng. Anak-anak Kongbeng perlu paham atas budaya Kongbeng itu. Jadi, sangat menarik jika guru sejarah bersama siswanya mendata dan menyusun budaya Kongbeng dengan segala cerita rakyatnya. Wih, tentu sangat asyik hal itu.
Diposkan oleh Dr. suyatno, M.Pd. di 07:47:00 0 komentar Link ke posting ini
Minggu, 14 Agustus 2011
Pramuka Rindu Atraksi Kepramukaan, Suasana Upacara Pramuka pada 50 Tahun Gerakan Pramuka di Grahadi
Oleh Suyatno

Seusai upacara peringatan 50 Tahun Gerakan Pramuka, peserta tidak begitu saja bubar menuju kendaraan masing-masing. Mereka malah berkelompok di lapangan depan Grahadi, tempat upacara, berjoget ala senam komando dengan mengikuti lagu-lagu yang dibawakan tim paduan suara. Terlihat ada 5 kelompok joget. Suasana cukup riuh dan menyenangkan. Melihat suasana yang meriah itu, tim paduan suara menambahkan beberapa lagu dengan diringi elekton.

Bahkan, para pembina pramuka turut bergabung dalam joget komando itu. "Ini luar biasa, mereka tanda ada yang mengomando melakukan joget sendiri", ujar Kak Tety, wakil sekretaris Kwarda Jatim. Spontanitas joget itu mengindikasikan bahwa mereka rindu atraksi kepramukaan yang biasanya disajikan seusai upacara seperti tahun-tahun yang lalu. "Pramuka yang berjoget itu tampaknya rindu atraksi kepramukaan dan tidak puas hanya mengikuti upacara yang sangat singkat itu", kata salah satu undangan upacara saat ditemui garduguru.

Panitia menyadari akan kosongnya atraksi karena memang Hari Pramuka kali ini bertepatan dengan bulan puasa. Buktinya, saat upacara berlangsung, beberapa peserta terlihat pingsan karena tidak kuat dengan sengatan matahari. Namun, di antara mereka banyak pula yang bergerombol melaksanakan kegiatan sendiri dengan berjoget komando. Ada pula seorang pembina yang bernyanyi berirama rancak yang mengundang peserta untuk berjoget. Tampak masyarakat yang melewati Grahadi berhenti dari sepeda motornya hanya untuk melihat pramuka berjoget. "Andai tadi setelah upacara selesai lalu panitia mengajak sejenak untuk semua turun ke lapangan untuk berjoget komando, mungkin akan meriah. "Kalau seperti ini, tadi, ada komando untuk joget bersama malah asyik", ujar Kak Arif andalan Kwarda Jatim.

Selain berjoget, pramuka lainnya memanfaatkan momen untuk berfoto. Gus Iful selaku Kakwarda Jatim tampak berkali-kali melayani foto para pramuka. Tiba-tiba Gus Iful masuk ke Grahadi. Pramuka berfoto sendiri. Setelah terlihat Gus Iful keluar dari ruangan, peserta memburu lagi untuk mengajak berfoto. "Lihat, tustel saya ada 415 jepretan untuk upacara ini", kata Kak Imam, juru foto Pemprov Jatim.

Upacara 50 tahun Gerakan Pramuka ini cukup khidmat karena didukung oleh petugas upacara yang terlihat sangat terlatih. Sukarwo, Gubernur Jatim selaku Kamabida menjadi pembina upacara yang diikuti 1000 pramuka.
Diposkan oleh Dr. suyatno, M.Pd. di 20:29:00 1 komentar Link ke posting ini
Peringatan 50 Tahun Gerakan Pramuka: UU Gerakan Pramuka hasil Revitalisasi Gerakan Pramuka
Setelah dicanangkan Revitalisasi Gerakan Pramuka pada 14 Agustus 2006, selang 5 tahun terumuskan UU Gerakan Pramuka. "Berbagai dukungan dan fasilitas telah pemerintah berikan untuk revitalisasi Gerakan Pramuka. Upaya revitalisasi yang dilakukan bertahap telah menunjukkan hasil yang menggembirakan", tegas Presiden SBY selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka. Hal ini disampaikannya dalam upacara puncak peringatan Tahun Emas Gerakan Pramuka, di Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (14/8/2011).

"Revitalisasi secara bertahap Pramuka telah memperbaiki citra dan kinerja Gerakan Pramuka. Minat terhadap Pramuka terus meningkat sebagai sarana cetak calon pemimpin bangsa," kata SBY.

Salah satu hasil upaya revitalisasi Gerakan Pramuka adalah terbitnya UU Pramuka. Produk hukum itu merupakan bentuk dukungan dan fasilitas pengembangan berbagai aktivitas positif dalam Gerakan Pramuka.

"Telah banyak dukungan dan fasilitas pemerintah untuk terus tumbuh kembangkan Pramuka. Kini saatnya memafaatkan fasilitas dan dukungan itu. Mantapkan peran gugus depan sebagai pusat pendidikan dan pelatihan, terus ciptakan inovasi pendidikan yang lebih berkualitas," sambung SBY.

Upacara puncak peringatan Tahun Emas Gerakan Pramuka ditutup dengan pembacaan doa oleh seorang anggota Pramuka Siaga. Sebelumnya Presiden SBY ikut menyanyilan hymne Pramuka bersama ribuan anggota Pramuka berbagai tingkatan se-Jabodetabek.
Diposkan oleh Dr. suyatno, M.Pd. di 20:03:00 0 komentar Link ke posting ini
Sukarwo, Gubernur Jatim: Pramuka Harus Fokus
Oleh Suyatno

Agar Gerakan Pramuka lebih disenangi masyarakat sebaiknya program-programnya lebih terfokus. "Pramuka sudah waktunya memfokuskan diri pada aspek tertentu saja yang langsung hasilnya dapat drasakan masyarakat. jadi, programnya jangan hanya diawang-awang terus", ujar Sukarwo saat memberikan sambutan pada Upacara hari Pramuka ke-50 di Gedung Negara Grahadi jalan Pemuda Surabaya pada pukul 08.00, Minggu, 14 Agustus 2011. Peserta upacara adalah pramuka penegak dari Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo sebanyak 1000 pramuka. Kemudian, di kursi undangan terlihat para pengurus Gerakan Pramuka Jawa Timur, utusan Kwarcab, dan kepala dinas provinsi selaku mabida, dan undangan wakil rektor perguruan tinggi di Jawa Timur.

Program kepramukaan seharusnya diarahkan langsung ke pemberdayaan gugus depan. "karena di gugus depanlah tempat berkembangnya jiwa kepramukaan dalam nuansa pembinaan dan pengembangan", ujar Kakwarnas dalam sambutan yang dibacakan Sukarwo selaku pembina upacara. Masalah generasi muda yang sangat komples seharusnya dapat diatasi melalui kegiatan kepramukaan yang lebih terfokus. Untuk itu, revitalisasi yang telah berjalan 5 tahun harus diperkuat dengan kiprah Gerakan Pramuka dengan tindakan nyata. "Pramuka harus dekat dengan kondisi nyata anak-anak muda", ujar Kakwarnas.

Pada kesempatan itu pula digelar pameran peralatan kegiatan kerpamukaan seperti kegiatan dirgantara, selam, dan pramuka peduli melalui Brigade Penolong. Paduan suara kali ini diisi oleh pramuka yang berpangkalan di Poltekkes Surabaya dibawa asuhan kak Endang Sulistianingsih. Sementara, upacara berlangsung khidmad berkat asuhan Kak Ganet yang melatih para petugas sejak sebulan sebelumnya.
Diposkan oleh Dr. suyatno, M.Pd. di 19:53:00 0 komentar Link ke posting ini
Posting Lama Beranda
Langgan: Entri (Atom)
Kawanku
My Great Web page
Pasar Wisata
Pengikut
Wisata Anda
Pencarian
Google
Custom Search
Pasar Anda
Laman Baru www.garduguru21.com
Jika Anda ingin memperoleh informasi pendidikan secara rinci dan detail kunjungi saja www.garduguru21.com. Telah tersedia artikel yang membantu Anda untuk berkarya lebih lanjut. Kunjungilah www.garduguru21.com ya.
Satu Jam Mampir di Gardu
Penjaga Gardu
Foto Saya

Dr. suyatno, M.Pd.
surabaya, Jawa Timur, Indonesia
suyatno adalah salah satu dosen di jurusan bahasa Indonesia FBS Unesa Surabaya, yang disertasinya tentang sastra anak karya anak. Selain mengajar juga aktif di kepramukaan. Penatar metode pembelajaran inovatif, PTK, Motivasi Berprestasi, dan pemandu Outbound. Dalam hal outbound, yayasan Target menjadi tempat bernaungnya. Banyak buku yang telah dihasilkannya. Dulunya, pernah menjabat kepala humas Universitas Negeri Surabaya, manatan mahasiswa teladan 1987, mantan ketua senat mahasiswa, mantan ketua RT, mantan ketua kelas sejak SD sampai perti, mantan ketua dewan racana gerakan pramuka Unesa, dan mantan jejaka. Sekaang (sejak 2008--entah sampai kapan) sedang menjabat sebagai ketua jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Unesa). Fasilitator dan motivator telah melekat dalam dirinya sehingga banyak pelatihan yang berhasil dipandunya.

Lihat profil lengkapku

* Beranda

Blog Archive

* 2011 (118)
o September(2)
+ Media Pembejaran Inovatif, Apa Maksudnya?
+ Andai Guru Pandai Meramu Bahan Pembelajaran dengan...
o Agustus(12)
+ Mengajar dengan Bahagia
+ Guru Berteknologi Awal Keberhasilan Siswa
+ Kedamaian Kongbeng di Miau Baru: SMAN 1 Kongbeng M...
+ Pramuka Rindu Atraksi Kepramukaan, Suasana Upacara...
+ Peringatan 50 Tahun Gerakan Pramuka: UU Gerakan Pr...
+ Sukarwo, Gubernur Jatim: Pramuka Harus Fokus
+ Bung Karno, Pramuka, dan Perpustakaan Bung Karno d...
+ Metode Belajar untuk Homeschooling
+ Guru Hebat selalu Rindu Kehebatan
+ Kemerdekaan 2
+ Kemerdekaan 1
+ Guru Merdeka dengan Cara Mengajar Merdeka
o Juli(3)
+ Mengajarlah dengan Gembira dan Seirama
+ Posting Jarang karena Menuruni Bumi
+ Gerakan Pramuka di Sekolah, Hidup Enggan Mati Tak ...
o Juni(17)
+ Kesadaran Tugas Mulia Guru SMAN 18 Surabaya Terkuk...
+ Universitas Indonesia Kerjasama dengan Universitas...
+ Siswa di Jepang Peringkat Pertama dalam Kesopanan
+ Film Serdadu Kumbang Mengangkat Nilai Pendidikan H...
+ Para Mantan Panitia PW Asia Pacifik 1979 di Lebakh...
+ Dari Kelompok Sopir sampai Kelompok Petani Mengiku...
+ Desa Pramuka Lebakharjo, Wahana Pendidikan Karakte...
+ Mengapa Anak Autis Lebih Detail dan Cakap Menghapa...
+ Teori Belajar Behavioristik
+ Muhamad Nuh, Mendiknas: Bedakan Penyembahan dengan...
+ Kejutan: Politeknik Negeri Batam Juara Kontes Robo...
+ Bank Dunia: Pendidikan di Indonesia Alami Kemajuan...
+ UMM Menangi Lomba Debat Konstitusi Regional V 2011...
+ Fasli Jalal, Wakil Mendiknas: Mahasiswa Miskin Waj...
+ Pancasila Menjadi Mata Pelajaran Sendiri dan Terpi...
+ PLPG 2011 Lebih Mengasyikkan bagi Peserta
+ Sebanyak 18 Guru SDN Dukuhmenanggal 2 Surabaya Mer...
o Mei(31)
+ Otak Siswa Semakin Cerdas jika Diimbangi Olahraga
+ Nilai UN Sempurna, Wajarkah?: Atik, Siswi SMKN 1 B...
+ Guru Perlu Tahu Karakteristik Siswa Bodoh dan Sisw...
+ Mengajar dengan Praktik sungguh Mengesankan Pesert...
+ Inilah PGRI-nya Guru di Amerika Serikat (AFT)
+ Guru SMPN 20 Surabaya Antusias Berlatih Membuat Mo...
+ Sekolah Zaman Dahulu, ketika Belanda Menjajah Indo...
+ Mengajar dengan Gaya Sunan Derajat
+ Peringkat Terburuk UN 2011 Tingkat Provinsi
+ Peraih UN Terbaik untuk 10 Besar: Bali...
+ Gurulah Penentu Keberhasilan Siswa Meraih Mimpi
+ Pendidikan akan Membuat Orang Hidup Lebih Sehat
+ Gawat, 35% Pelajar Papua Dicengkeram Keganasan HIV...
+ Kemendiknas: Dibandingkan 2010, Kelulusan UN tahun...
+ Inilah Kapsul Suplemen untuk Siswa agar Berprestas...
+ Setelah Mendapatkan Sertifikat Guru, Ke Mana Saja ...
o April(30)
o Maret(15)
o Februari(6)
o Januari(2)
* 2010 (118)
o Desember(4)
o November(7)
o Oktober(23)
o September(3)
o Juli(1)
o Juni(3)
o Mei(11)
o April(7)
o Maret(11)
o Februari(17)
o Januari(31)
* 2009 (169)
o Desember(12)
o November(18)
o Oktober(28)
o September(7)
o Agustus(20)
o Juli(25)
o Juni(7)
o Mei(10)
o April(8)
o Maret(13)
o Februari(7)
o Januari(14)
* 2008 (186)
o Desember(14)
o November(7)
o Oktober(14)
o September(23)
o Agustus(17)
o Juli(29)
o Juni(13)
o Mei(26)
o April(25)
o Maret(18)

Search


diberdayakan oleh

Keceriaan
Keceriaan
Borobudur Dibasuh Keceriaan
GARDU NGOBROL


Buku Kelima
Buku Kelima
Kupasan tentang sastra anak karya anak
Gardu Jaringan

* Universitas Negeri Surabaya
* Tedjo 21 Seorang Guru
* Benni Setiawan
* Sehatkan Mental
* Situs Garduguru
* Sanggar Pembuatan Perangkat Guru
* Di Balik Layar Gardu Guru
* Arif Afandi
* Indonesiaku
* Klinik Pembelajaran
* Menjadi Manusia Pembelajar
* PRAMUKA UNESA
* KAK GANET
* KAK DJOKO AW.

Jumlah Tamu Gardu Sekarang
Indonesiaku
Indonesiaku
Merah Putih, Berkibarlah dalam Jiwa-Jiwa Anak Bangsa Ini
Buku Baru Tulisan gardu guru
1. Struktur Narasi Novel Karya Anak, September 2009, JP Books, Surabaya
2. Menjelajah Pembelajaran Inovatif, Oktober 2009, Masmedia, Sidoarjo
Buku dapat diperoleh di toko buku
Pengunjungku
widgeo.net
Asal Pengunjung Gardu
Locations of visitors to this page
Tamu Gardu
INOVASI PENDIDIKAN ADALAH WARNA-WARNI TERINDAH
Arsip Gardu

* ▼ 2011 (118)
o ▼ September 2011 (2)
+ Media Pembejaran Inovatif, Apa Maksudnya?
+ Andai Guru Pandai Meramu Bahan Pembelajaran dengan...
o ► Agustus 2011 (12)
+ Mengajar dengan Bahagia
+ Guru Berteknologi Awal Keberhasilan Siswa
+ Kedamaian Kongbeng di Miau Baru: SMAN 1 Kongbeng M...
+ Pramuka Rindu Atraksi Kepramukaan, Suasana Upacara...
+ Peringatan 50 Tahun Gerakan Pramuka: UU Gerakan Pr...
+ Sukarwo, Gubernur Jatim: Pramuka Harus Fokus
+ Bung Karno, Pramuka, dan Perpustakaan Bung Karno d...
+ Metode Belajar untuk Homeschooling
+ Guru Hebat selalu Rindu Kehebatan
+ Kemerdekaan 2
+ Kemerdekaan 1
+ Guru Merdeka dengan Cara Mengajar Merdeka
o ► Juli 2011 (3)
+ Mengajarlah dengan Gembira dan Seirama
+ Posting Jarang karena Menuruni Bumi
+ Gerakan Pramuka di Sekolah, Hidup Enggan Mati Tak ...
o ► Juni 2011 (17)
+ Kesadaran Tugas Mulia Guru SMAN 18 Surabaya Terkuk...
+ Universitas Indonesia Kerjasama dengan Universitas...
+ Siswa di Jepang Peringkat Pertama dalam Kesopanan
+ Film Serdadu Kumbang Mengangkat Nilai Pendidikan H...
+ Para Mantan Panitia PW Asia Pacifik 1979 di Lebakh...
+ Dari Kelompok Sopir sampai Kelompok Petani Mengiku...
+ Desa Pramuka Lebakharjo, Wahana Pendidikan Karakte...
+ Mengapa Anak Autis Lebih Detail dan Cakap Menghapa...
+ Teori Belajar Behavioristik
+ Muhamad Nuh, Mendiknas: Bedakan Penyembahan dengan...
+ Kejutan: Politeknik Negeri Batam Juara Kontes Robo...
+ Bank Dunia: Pendidikan di Indonesia Alami Kemajuan...
+ UMM Menangi Lomba Debat Konstitusi Regional V 2011...
+ Fasli Jalal, Wakil Mendiknas: Mahasiswa Miskin Waj...
+ Pancasila Menjadi Mata Pelajaran Sendiri dan Terpi...
+ PLPG 2011 Lebih Mengasyikkan bagi Peserta
+ Sebanyak 18 Guru SDN Dukuhmenanggal 2 Surabaya Mer...
o ► Mei 2011 (31)
+ Otak Siswa Semakin Cerdas jika Diimbangi Olahraga
+ Nilai UN Sempurna, Wajarkah?: Atik, Siswi SMKN 1 B...
+ Guru Perlu Tahu Karakteristik Siswa Bodoh dan Sisw...
+ Mengajar dengan Praktik sungguh Mengesankan Pesert...
+ Inilah PGRI-nya Guru di Amerika Serikat (AFT)
+ Guru SMPN 20 Surabaya Antusias Berlatih Membuat Mo...
+ Sekolah Zaman Dahulu, ketika Belanda Menjajah Indo...
+ Mengajar dengan Gaya Sunan Derajat
+ Peringkat Terburuk UN 2011 Tingkat Provinsi
+ Peraih UN Terbaik untuk 10 Besar: Bali...
+ Gurulah Penentu Keberhasilan Siswa Meraih Mimpi
+ Pendidikan akan Membuat Orang Hidup Lebih Sehat
+ Gawat, 35% Pelajar Papua Dicengkeram Keganasan HIV...
+ Kemendiknas: Dibandingkan 2010, Kelulusan UN tahun...
+ Inilah Kapsul Suplemen untuk Siswa agar Berprestas...
+ Setelah Mendapatkan Sertifikat Guru, Ke Mana Saja ...
o ► April 2011 (30)
o ► Maret 2011 (15)
o ► Februari 2011 (6)
o ► Januari 2011 (2)

* ► 2010 (118)
o ► Desember 2010 (4)
o ► November 2010 (7)
o ► Oktober 2010 (23)
o ► September 2010 (3)
o ► Juli 2010 (1)
o ► Juni 2010 (3)
o ► Mei 2010 (11)
o ► April 2010 (7)
o ► Maret 2010 (11)
o ► Februari 2010 (17)
o ► Januari 2010 (31)

* ► 2009 (169)
o ► Desember 2009 (12)
o ► November 2009 (18)
o ► Oktober 2009 (28)
o ► September 2009 (7)
o ► Agustus 2009 (20)
o ► Juli 2009 (25)
o ► Juni 2009 (7)
o ► Mei 2009 (10)
o ► April 2009 (8)
o ► Maret 2009 (13)
o ► Februari 2009 (7)
o ► Januari 2009 (14)

* ► 2008 (186)
o ► Desember 2008 (14)
o ► November 2008 (7)
o ► Oktober 2008 (14)
o ► September 2008 (23)
o ► Agustus 2008 (17)
o ► Juli 2008 (29)
o ► Juni 2008 (13)
o ► Mei 2008 (26)
o ► April 2008 (25)
o ► Maret 2008 (18)

Powered By Blogger


Diberdayakan oleh Blogger.

No comments:

Post a Comment